Bunga di Ujung Pengkolan - FATHURHOMA corp.
Headlines News :

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Download

Home » » Bunga di Ujung Pengkolan

Bunga di Ujung Pengkolan

Written By TEAMHORE on Rabu, 30 Januari 2013 | 20.03

Madiun 31 Januari 2013
Jam 09.54 pagi
Disaat langit yang tak nampak putih sempurna dan tiupan semilir angin yang melambai-lambai menggerayangi  bulu kudu ku. Di iringi rambatan suara gitar tak tau tempo yang dipetik oleh tangan jahil teman kostku. dengan kentutnya yang super busuk.

Pagi yang Muram.
Aku seperti terpenjara dalam kamar kesesakkan, berantakan, luluh lantar, dan kotor. tapi semua itu indah karena seburuk apaun keadaan jika kita terus menikmatinya itu menjadikan sebuah keindahan yang tak bisa ku temukan dimanapun.
Sebatang rokok jarum 76 masih melekat disela-sela dijari ke 2 dan ke 3 ku. yang selalu menemaniku menghafal rumus rumus trigonometri yang aku sendiri apa gunanya rumus itu. Hisapan demi hisapan itu memberiku inspirasi. walaupun kata orang merokok itu tak bagus bagi kesehatan tapi aku masih saja tak bisa berhenti begitu saja, dulu aku pernah berpikir untuk berhenti jika orang yang paling aku cintai memberhentikanku.

Pagi yang Hening
Aku hanya kepikiran seorang gadis yang super cuek. Gadis tercuek yang pernah aku temui.
Kata orang Cuek itu sebuah kekurangan atau sifat buruk yang gak perlu ditanam. Tapi anehnya cueknya dia itu bagiku sesuatu yang unik. Aku selalu membayangkan betapa lucunya raut mukanya ketika agak cuek gitu.. Imut banget.
 Namanya sebut saja Bunga, gadis berkacamata dengan gaya berpakaian yang modis, sama dengan aku. Potongan  pakaian yang sederhana tapi sangat bergaya sama dengan pakaian yang selalu aku kenakan. pertama kali ku lihat dia yaitu ketika dia ikut salah satu kelas kuliah di kelasku. Aku terpana, dalam hatiku aku berkata bahwa "itu istriku". dalam ilusiku berbentuk semacam de javu tergambar dia bersama-dengan anak-anakku yang imut-imut dan sehat.  itulah yang menguatkan ku untuk selalu menyayanginya.

Dia adalah orang yang menghidupkan kembali minatku pada sastra yang mengendap mulai aku kuliah di keguruan. Dulu waktu masih berpakaian Putih Abu Abu. aku adalah maniak sastra. sempat berencana bersama temanku untuk membuat novel. Tapi itu sirna menjelang Ujian Nasional dilaksanakan.

To be Continued
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Relations

TOLONG DI LIKE YA

my acount info

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

.::Wis Ti Inceng::.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. FATHURHOMA corp. - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya