PEWARISAN SIFAT MAKHLUK HIDUP - FATHURHOMA corp.
Headlines News :

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Download

Home » » PEWARISAN SIFAT MAKHLUK HIDUP

PEWARISAN SIFAT MAKHLUK HIDUP

Written By TEAMHORE on Sabtu, 07 Januari 2012 | 00.51

A. Peran Mitosis dan Meosis dalam Pewarisan Sifat
1. Pembelahan Mitosis
Pembelahan Mitosis adalah pembelahan yang menghasilkan dua anak sel anak dengan jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induk. Pembelahan Mitosis berfungsi untuk pertumbuhan,untuk mengganti sel – sel tubuh yang rusak, dan untuk mempertahankan jumlah kromosom. Pembelahan Mitosis hanya terjadi pada sel – sel eukariota. Pada tumbuhan, pembelahan mitosis terjadi pada jaringan meristem. Pada hewan, pembelahan mitosis terjadi pada semua sel – sel tubuh (somatis),kecuali sel – sel kelamin (gamet).
Pembelahan Mitosis terdiri atas empat tahap yaitu :
a. Profase merupakan fase terlama dan paling banyak memerlukan energi.
Ciri-cirinya adalah:
 Selaput inti (karioteka) serta nukleolus menghilang.
 Benang-benang kromatin memendek dan menebal,membentuk kromosom yang tampak jelas dalam nukleus.
 Kromosom mengalami duplikasi menjadi sepasang kromatid.
 Kedua kromatid yang terbentuk disatukan/dihubungkan oleh sentrometer.
 Pada sitoplasma,sentriol dan sentrosom memisah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan dan terjadinya benang-benang gelondong diantara kedua sentriol tersebut.
b. Metafase terjadinya pembagian kromatid didaerah ekuator.
Ciri-cirinya adalah:
 Membran inti benar-benar melebur.
 Bidang pembelahan terbentuk di bagian tengah sel.
 Kromatid bergerak ke arah bidang pembelahan dan akhirnya berkumpul pada bidang pembelahan tersebut.
 Beberapa benang gelondong melekat pada sentromer dari masing-masing kromosom dan disebut benang-benangkromosom.



c. Anafase terjadi selama 3-15 menit.
Ciri-cirinya adalah:
 Sentromer dari masing-masing kromosom membelah menjadi dua.
 Kromatid dari masing-masing kromosom memisah menuju kutub yang berlawanan.
 Kromosom menjadi lebih pendek dan lebih tebal.
 Pergerakan kromosom ke arah kutub yang berlawanan karena adanya kontraksi benang-benang kromosom.
d. Telofase merupakan tahap akhir pembelahan.
Ciri-cirinya adalah:
 Kromosom telah sampai ke kutub masing-masing dan berangsur-angsur berubah kembali menjadi benang-benang kromatin yang akhirnya lenyap tidak kelihatan.
 Anak inti/nukleolus mulai muncul kembali.
 Membran nukleus mulai terbentuk.
 Pada bidang ekuator terbentuk penebalan plasma yang membagi sel menjadi dua,sehingga terbentuk dua sel anak yang identik satu sama lain.
Pada saat sel tidak mengalami masa pembelahan mitosis,sel dalam keadaan istirahat yang disebut fase istirahat (Interfase). Interfase merupakan fase terpanjang dalam siklus sel (90%) yang terdiri dari tiga fase,yaitu:
1) Fase pertumbuhan primer (Gap 1 disingkat G1)
2) Fase sintesis (S)
3) Fase pertumbuhan sekunder (Gap 2 disingkat G2).

2. Pembelahan Meosis
Pembelahan Meosis terjadi pada sel-sel kelamin (gamet),yaitu sperma dan ovum. Pembelahan Meosis bertujuan untuk menjaga agar keturunan hasil reproduksi seksual tetap memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Pada pembelahan meosis terjadi pengurangan jumlah kromosom induk sehingga pembelahan ini disebut juga pembelahan reduksi.
Pada pembelahan meosis dihasilkan empat sel anak yang masing-masing mengandung setengah jumlah kromosom sel induk. Pembelahan meosis terjadi melalui dua kali periode pembelahan yaitu Meosis I dan Meosis II. Pada meosis I terjadi reduksi atau pengurangan jumlah kromosom sel induk, sedangkan pada meosis II terjadi pemisahan kromosom. Antara meosis I dan meosis II ada periode pendek yang memisahkan yang disebut tahap Interkinesis.
Tahap Pembelahan Meosis adalah:
a. Meosis I
1) Profase I
Pada tahap ini kromosom memendek dan menebal serta kromosom homolog saling berdekatan. Nukleolus dan membran inti mulai menghilang. Benang-benang gelondong mulai terbentuk. Begitu dekatnya kromosom dengan homolognya sehingga terjadi perlekatan antar kromatid pada titik tertentu (kiasma) yang memungkinkan pertukaran segmen-segmen kromatid. Peristiwa tersebut dinamakan pindah silang.
2) Metafase I
Terlihatnya kromosom homolog yang berjajar berhadapan dan berhadapan menempatkan diri pada bidang ekuator.
3) Anafase I
Kromosom homolog yang berjajar berhadapan dan berpasangan mulai memisahkan diri dari pasangan homolognya serta masing-masing bergerak ke arah kutub-kutub yang berlawanan.
4) Telofase I
Pada tahap ini terjadi sitokinesis dan terbentuk dua sel anak,masing-masing memiliki setengah jumlah kromosom sel induk. Jika kromosom sel induk berjumlah 2n, kromosom sel anak berjumlah n.
b. Meiosis II
Pada meiosis II tidak terjadi lagi pengurangan jumlah kromosom sehingga prosesnya sama dengan pembelahan mitosis.
Tahap Pembelahan Meiosis II adalah:
1) Profase II
Kromosom terlihat memendek dan menebal sehingga mudah diamati. Pada akhir Profase II,mulai terbentuk benang-benang gelendong pada masing-masing kutub.
2) Metafase II
Kromosom yang masih terdiri atas dua kromatid berjajar menempatkan diri pada bidang ekuator. Sentromer membelah dan pasangan kromatid memisahkan diri.

3) Anafase II
Masing-masing kromosom yang terdiri atas satu kromatid telah memisahkan diri dan bergerak ke arah kutub-kutub yang berlawanan.
4) Telofase II
Tiap sel membentuk dua sel anak yang haploid. Karena yang mengalami meiosis II adalah dua sel anak hasil meiosis I, pada akhir telofase II dihasilkan empat sel anak yang masing-masing memilki setengah jumlah kromosom sel induk.
Setiap organisme umumnya bersifat diploid atau 2n. Jadi semua,sel tubuh ,termasuk sel induk gamet (gametogonium),memiliki dua kromosom. Pada waktu pembentukan sel-sel kelamin atau gamet (gametogenesis) terjadi pengurangan jumlah kromosom melalui peristiwa meosis. Pengurangan jumlah kromosom tersebut adalah setengah dari jumlah kromosom induknya sehingga pada akhir gametogenesis terbentuk sel gamet yang bersifat haploid (n).
Peristiwa gametogenesis merupakan peristiwa pembentukan gamet atau sel kelamin yang terjadi pada organisme jantan dan organisme betina. Pada pembentukan gamet terjadi reduksi atau pengurangan jumlah kromosom dari 2n menjadi n melalui proses pembelahan meiosis. Jika gamet jantan dan betina bertemu melalui proses fertilisasi,akan terbentuk zigot yang memiliki 2n kromosom atau bersifat diploi
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Relations

TOLONG DI LIKE YA

my acount info

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

.::Wis Ti Inceng::.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. FATHURHOMA corp. - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya